this blog is wabout the all articles you need it

Search This Blog

Apa Yang harus kita lakukan saat IHSG merah atau Terjun Bebas?

Apa Yang harus kita lakukan saat IHSG merah atau Terjun Bebas?

Halo halo selamat malam lagi semuanya braderhood for all Indonesian and universe. Oke kembali lagi bersama saya Mr. Wisnu Anemone seorang motivator, educator, speculator yang kadang gagal dan luput dari kesalahan.hehehe...
Oke pada malam hari ini tepatnya tanggal 26 April saya akan memberikan topic yang semoga bermanfaat bagi anda semua terutama para penikmat bursa saham Indonesia. Kali ini saya akan membahas tentang gejolak terjun bebas IHSG atau Indeks Bursa Saham Gabungan hari ini. Sebenarnya sudah sejak kemarin IHSG turun cukup drastic ya, bisa dibilang ya terjun bebaslah. Nah sebenarnya apa penyebab saham-saham itu turun?. Ada banyak hal sebenarnya kalau ditelaah, beberapa pakar saham bilang ini karena factor eksternal seperti perang dagang China dan Amerika yang masih berlanjut dan mengakibatkan banyak investor asing yang keluar , ada juga yang bilang karena memang mau bulan Mei, jadi memang sudah musimnya asing untuk jual banyak saham, ada juga factor internal seperti naiknya suku bunga dari BI, atau karena mau puasa dan libur panjang, ya macam-macam sebenarnya kalau ditelaah kenapa IHSG turun terus sejak kemarin.

Oke buat anda yang sudah merasakan ketegangan merahnya bursa saham hari ini dan kemarin, pasti sangat frustasi bukan kalau saham kita turun terus dan rugi (saya juga termasuk.hehe). Oleh sebab itu semoga tips ini membantu. Intinya tetap tenang kuasai jangan panik, penurunan IHSG hari ini tidak separah tahun 1998 tenang saja, dulu malah lebih parahlagi lo katanya bahkan ada beberapa saham yang harus di suspend atau istilahnya tidak bisa dijual atau dibeli agar harga tidak turun terus. Kalau sekarang kupikir masih cukup amanlah, apalagi kondisi ekonomi kita dan gejolak politik kita masih cukup aman. Jadi bisa dibilang memang factor ekternal mempengaruhi turunnya IHSG hari ini dan kemarin. Pasti anda bertanya kenapa malah factor eksternal yang malah banyak mempengaruhi?. Jawabnya itu karena memang kepemilikan saham di bursa saham Indonesia banyak yang didominasi oleh pihak asing atau investor asing yang memiliki saham di Indonesia. Kenapa bisa begitu?. Ya kita tahu sendirilah luar negeri seperti Amerika lebih melek investasi orang-orangnya daripada warga Negara Indonesia.hehe bukannya meremehkan orang Indonesia, tapi memang begitulah faktanya, hanya sedikit orang Indonesia yang masih melek finansial,melek tentang investasi terutama saham. Oleh sebab itulah saya mencoba membuat komunitas saham Kudus, agar semoga kita bisa erebut kembali saham-saham perusahaan kita yang dimiliki oleh pihak asing.hahaha...kelihatanya keren...

Oke kembali pada topic kita kembali, Apa yang harus kita lakukan saat IHSG turun terus. Saya jawab WAIT AND SEE, jadi hal pertama yang harus kita lakukan adalah menunggu dulu, mencoba mengamati sejauh mana IHSG ini akan turun. Darimana kita tahu seberapa dalamnya turun?, itu bisa dlihat dari beberapa indicator, misal indicator tren Moving Average, Fibonacci bisa, atau indicator lain yang mendukung. Kalau saya lebih mencoba membuat garis-garis, seperti garis support dan resistance. Apa itu?. Sudah saya bahas dulu tentang Support dan Resistance jadi kapan-kapan saja saya bahas lagi.hehe...

Hal kedua yang harus dilakukan selain WAIT AND SEE yaitu cobalah siapkan uang cash di bank. Kenapa?. Sebenarnya ketika IHSG terjun bebas sebebas-bebasnya, itu sebenarnya adalah sebuah peluang, peluang???. Yup peluang,itu berarti pasti aka nada saham-saham perusahaan bagus yang terdiskon, misal INDF, UNVR, GGRM, ASII dan sebagainya terutama saham-saham LQ45 atau Bluechip. Jadi kita bisa mulai mengoleksinya ketika diberi diskonan atau saat IHSG turun banyak. Kenapa bisa begitu?. Pertama PANIK SELLING, itu karena mungkin banyak investor pemula yang takut melihat sahamnya turun drastic,takut melihat IHSG turun sampai kapan. Padahal jika saham perusahaan itu memang bagus dari segi fundamental, yakinlah pasti akan mantul balik naik lagi kok.hehe... yang perlu kita perlukan adalah uang cash, alias uang nganggur agar nanti bisa membeli saham perusahaan bagus tersebut yang terdiskon.

Hal ketiga berdoa. Dan cobalah bekerja dengan seperti biasa jika anda bekerja kantoran dan juga menjadi investor saham atau trader. Tetap tenang kuasai, semua akan indah pada waktunya.hehe...Eh kalau sudah terlanjur kita beli saham kemarin-kemarin saat IHSG turun terus dan kita rugi alias nyangkut bagaimana?. Kalau boleh saran ada dua hal yang harus dipilih, Cut Loss atau dibiarkan saja alias istilahnya ‘nyangkut’ nah nanti saat IHSG sudah rebound mantul naik kita bisa nyicil beli lagi, jadi istilahnya averaging down kalau tidak salah begitu tekniknya. Tapi kalau saya lebih suka Cut Loss karena saya tidak suka nyangkut, saya lebih suka jual rugi karena pertama saya sendiri masih belum bisa meraba IHSG akan turun sampai kapan?. Dan jika ingin melakukan averaging down karena nyangkut tadi, coba dilihat dulu, itu saham yang nyangkut saham perusahaan yang berfundamental bagus atau tidak, jika tidak maka siap-siap saja.hehe....

Smoga bermanfaat, tetap tenang kuasai, badai pasti berlalu ^_^

Source :tokobukuanemone.com
Back To Top